Selamat Datang di Website Pribadi Agussalim – Widyaiswara Kementerian Kelautan & Perikanan RI – Mobile Contact: 085242074257

Category: Berita

Fishta, Fish Kita

Fishta brosurFishta, sejenis makanan ringan (cemilan) yang terbuat dari ikan, yang akan membuat Anda merasa sehat dan kenyang. Rasanya yang gurih dan kriuk-kriuk saat dikunyah membuat orang ketagihan dan kepengen makan terus. Cemilan ini bisa dikonsumsi oleh anak usia di bawah lima tahun (balita) sekalipun dan tidak menimbulkan efek gatal-gatal.

Produk ini diproduksi di Ambon, oleh sebuah perusahaan pengolahan ikan yang bernama CV. Fishtania. para pendiri perusahaan memiliki visi yang besar agar anak-anak generasi mendatang tidak lagi bergantung pada cemilan seperti Taro dan sejenisnya. Bukan karena Taro tidak enak atau tidak bersih, tetapi dengan adanya cemilan berbahan ikan, maka kualitasnya bisa jauh lebih bagus dan harganya bisa lebih murah.

Berikut nama-nama visioner CV. Fishtania :

  1. Arni WahabFishta
  2. Kristina Resmi
  3. Siti Aisyah
  4. Lina Dinana Sahetapy
  5. Flaurence Veggy Kayadoe
  6. Endang
  7. Dominggus Lololuan
  8. Syahrul
  9. Tardi
  10. Frederik

Abon Ikan Sidat versi Penyuluh Profesional

  1. Abdul Rahman
  2. Herlina Tahang
  3. Suriani
  4. Amsir Ode
  5. Elvina S. Rumbarar
  6. Yustina Ohee
  7. F. Kemasan Depan AbonHarold Manuputty
  8. Abdul Manaf Keliandan
  9. Herdi J. Notanubun
  10. Abidah

Kesepuluh Penyuluh PNS di atas merupakan pengusaha yang membangun korporat bersama yang menghasilkan produk abon ikan berbahan dasar ikan sidat.

Kemasan Belakang Abon

 

Untuk memperoleh produk yang dimaksud Anda bisa menghubungi bagian pemasaran:

Rahman : 081343598700

Herlina : 081284959553

 

Penyuluh PNS KKP dilatih menjadi Wirausaha

Sebanyak 30 orang Penyuluh PNS dari 5 provinsi di wilayah kerja BPPP Ambon berlatih tentang bagaimana menjadi wirausaha. diharapkan di lapangan para penyuluh bisa memberikan contoh kepada para pelaku utama dan pelaku usaha perikanan agar berani berwirausaha. . Pelatihan ini berlangsung selama 6 hari, dari tanggal 13 sampai 18 Mei 2013

Menurut Silvester Simau, Kepala BPPP Ambon, para Penyuluh merupakan ujung tombak kemajuan pelaku utama perikanan di lapangan. Bekal pengetahuan dan keterampilan tentang kewirausahaan yang diperoleh melalui diklat ini diharapkan mampu membawa perubahan kondisi kehidupan nelayan ke taraf yang lebih baik.

Menurut Agussalim, Widyaiswara yang melatih pada pelatihan ini, dibutuhkan sekitar 8 juta lebih wirausaha baru untuk memperbaiki kehidupan di Indonesia. Dalam materinya tentang inovasi dia menekankan pentingnya para penyuluh melek IT alaias tekhnologi informasi. Menurut Agussalim yang merupakan alumni UNHAS Makassar, saat ini pemasaran sudah sangat banyak yang dilakukan secara online sehingga masyarakat nelayan harus dibantu untuk bisa menjual produknya lewat online pula dan itu tugas dari para penyuluh.

Materi-materi pelatihan tersebut bisa di download dengan mengklik disini