Selamat Datang di Website Pribadi Agussalim – Widyaiswara Kementerian Kelautan & Perikanan RI – Mobile Contact: 085242074257

Esktrak Ikan Gabus Untuk Penderita Diabetes

Mencegah lebih baik dari pada mengobati, kiranya semboyan bijak tersebut penting untuk kita tetap terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk diri sendiri maupun keluarga, terutama dalam hal kesehatan. Mengapa demikian? kita semua sadar di masa pandemi ini, fokus perhatian kita banyak tercurah terhadap kesehatan. Biaya yang dibutuhkan untuk mencegah jauh lebih murah dibanding mengobati, bahkan alokasi anggaran negara sekalipun, yang terbesar saat ini adalah untuk biaya sektor kesehatan.

Salah satu dari 8 Penyakit Bawaan atau Komorbid Covid-19 yang Perlu Diwaspadai (Kompas.com – 31/07/2021) yang banyak diderita oleh sesama warga bangsa kita adalah penyakit gula atau diabetes melitus. Menurut Mahardini Nur Afifah, dalam artikel tersebut, penyakit diabetes yang tidak terkontrol bisa melemahkan daya tahan tubuh dan menimbulkan kerusakan berbagai organ vital. Penderita diabetes yang terinfeksi Covid-19 berisiko fatal karena infeksi virus corona juga meningkatkan risiko komplikasi berbahaya seperti ketoadiosis dan infeksi yang meluas atau sepsis.

1. Apa Penyebab Diabetes?

Berdasarkan data dari WHO (World Health Organization) pada tahun 2016, penyakit diabetes adalah penyebab kematian tertinggi ke-4 di Indonesia. Bahkan data pada tahun 2017, terdapat sebanyak 425 juta orang pengidap penyakit diabetes di seluruh dunia, dan Indonesia menempati urutan ke-6 dengan jumlah pasien diabetes tertinggi, dan diperkirakan akan terus meningkat, kenapa? karena masyarakat Indonesia cenderung menyukai makanan dan minuman yang manis yang mengandung banyak gula. Dan juga, makanan pokok Indonesia adalah nasi putih, (sopjepang.com/guladarah).

Sumber makanan manusia memiliki 3 komponen besar yaitu: Protein, Karbohidrat dan Lemak. Ketika kita makan makanan berkabohidrat seperti nasi putih dan gula, karbohidrat tersebut akan menjadi glukosa. Lalu glukosa akan masuk ke dalam 2 tempat tubuh manusia yaitu sel dan darah. Jika glukosa masuk ke sel, glukosa tersebut akan menjadi energi, tapi jika glukosa terlalu banyak masuk ke darah, akan menyebabkan gula darah tinggi, lalu pankreas (yang menghasilkan hormon pankreas atau insulin, yang berfungsi memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel) akan bekerja lebih keras dan lama-lama akan rusak, yang berujung DIABETES. Jadi penyebab utama gula darah tinggi walaupun Anda sudah berusaha menjaga pola makan, adalah kerusakan jaringan sel pada pankreas. Itulah kenapa orang yang sering makan manis lebih cenderung terkena diabetes, (sopjepang.com/guladarah).

Selain karena faktor makanan, sebagian artikel ada yang menyebutkan tentang faktor keturunan dan obesitas yang juga bisa menjadi penyebab diabetes, tetapi di sini kita tidak membahas hal tersebut secara lebih rinci.

 

2. Bagaimana Mencegah Diabetes?

Setelah kita mengetahui penyebabnya, maka kita bisa memikirkan cara mencegahnya agar tidak sampai mengalami kerusakan pankreas yang berujung pada sakit diabetes. Menghindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi putih dan gula adalah solusi utama mencegah kerusakan pankreas. Selain itu tentu saja pola hidup sehat harus menjadi pilihan pola hidup sehari-hari kita, karena jika sudah terlanjur kena diabetes tetap harus menempuh sebuah pola hidup sehat yang tentu jauh lebih sulit dibanding saat masih bebas dari diabetes.

Cara mencegah diabetes antara lain: menjaga berat badan ideal, makan makanan bergizi seimbang, mengurangi konsumsi gula/makanan manis, menjaga porsi makan, banyak minum air putih, memperbanyak aktivitas fisik, rutin olahraga, berhenti merokok, dan konsumsi suplemen mineral, (hellosehat.com/diabetes/tipe-2/cara-mencegah-diabetes).

Terkait mengenai suplemen kesehatan untuk menjaga pankreas dan organ tubuh kita sehat pada umumnya, disarankan untuk mengenali dengan baik kandungan supkemen kesehatan tersebut. Salah satu suplemen yang bisa menjadi pilihan Anda adalah suplemen berbahan herbal yang berfungsi merawat organ tubuh, dan efektif menyembuhkan luka atau memulihkan organ yang rusak.

 

3. Ekstrak Ikan Gabus untuk Pengobatan Diabetes

Peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, membuktikan, bahwa ekstrak Ikan Gabus dapat menjadi obat penyakit diabetes. Dalam penelitian ini, para peneliti melakukan penelitian pada hewan uji. Hasil yang didapat pada hewan uji, ekstrak ikan gabus dapat menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki jaringan pankreas yang rusak. Menurut Dr. Dewi Hidayati, S.Si, M.Si, “Sebesar 69,78 persen jaringan pankreas dapat kembali normal,” jelasnya, (amp.kompas.com/health/read/2016/04/03).

Kandungan utama ekstrak ikan gabus adalah albumin, yang selama ini dikenal sebagai obat yang efektif untuk penyembuhan luka, dan merawat pembuluh darah serta sebagai transport nutrisi dalam darah. Yang penting diperhatikan  saat Anda memutuskan untuk mengkonsumsi ekstrak ikan gabus adalah, apakah ekstrak ikan gabus yang dikonsumsi telah melewati uji laboratorium. Hal ini penting karena menngindikasikan tentang kandungan gizi, baik protein maupun albuminnya tinggi, dan kandungan patogen seperti bakteri serta zat berbahaya di dalamnya seperti logam berat berupa arsen (As) kadmium (Cd) merkuri (Hb) dan timbal (Pb)  memenuhi standar yang disyaratkan Badan POM RI. Oleh karenanya kata kunci yang perlu diperhatikan saat akan mengkonsumsi suplemen ekstrak ikan gabus adalah apakah produk tersebut telah memiliki ijin edar dari BPOM atau tidak. Jika iya berarti produk tersebut telah memenuhi standar yang dipersyaratkan sehingga aman dikonsumsi dan mengandung gizi yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

Agussalim, S.Pi, M.Si (Widyaiswara pada Balai Latluh Perikanan Ambon, BRSDM KP, KKP)

Leave a Reply

Your email address will not be published.